Sabtu, 17 April 2021
Bukan gitu konsepnya!
Sabtu, 27 Maret 2021
Doakan aku
Senin, 08 Maret 2021
Pilihan Surga
Senin, 22 Februari 2021
Untukku dan mungkin juga untukmu
Sabtu, 05 Desember 2020
Pencipta Begitu Baik
Minggu, 15 November 2020
Stay strong 💪
Sabtu, 22 Agustus 2020
Sekarang kita beda hati, dan masih di bumi yang sama
Aku akan memulainya dengan berjalan mundur, Menghayati lambai tanganmu detik demi detik sampai suatu saat kau tidak terlihat lagi. Hingga saat mataku berkaca-kaca, aku akan memejamkan mata biar sampai membuat pipiku basah.
Aku akan rutin menghitungi jarak, sembari menaruh harap jika aku bisa berjumpa dengan kamu lagi, Aku menghamburkan sebagian perasaanku melayang-layang diatas tanah, biar saat berjumpa denganmu, aku ingin tidak terlalu bergetar lagi.
Menjadi dilema, sebab senangmu sudah tidak denganku lagi.
Sementara sejauh apapun aku berjalan mundur dari engkau, Kita masih tetap dalam satu bumi, Kita masih sama-sama di bawah langit yang sama dengan langit ketika kamu mengatakan rindu. Dan itu menjadi sulit,
Karena untukku, kamu sudah menjadi candu.
Dengarkan kisahku
Dengarkan,
tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku, kerana belas kasihan menyebabkan kelemahan, padahal aku masih tegar dalam penderitaanku. Jika kita mencintai,
cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita. Jika kita bergembira,
kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam Hidup itu sendiri.
Jika kita menderita, kesakitan kita tidak terletak pada luka kita, tapi dalam hati nurani alam. Jangan kau anggap bahwa cinta itu datang kerena pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus.
Cinta adalah tunas pesona jiwa,
dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat,
ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi.
Wanita yang menghiasi tingkah lakunya dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran, yang terbuka namun rahasia ia hanya dapat difahami melalui cinta, hanya dapat disentuh dengan kebaikan
dan ketika kita mencoba untuk menggambarkannya ia menghilang bagai segumpal uap.
Kamis, 16 Juli 2020
Aku menyesal telah menikmati ribuan percakapan denganmu
Sudah tabiat, memang, bahwa aku selalu membiarkan hidupku berjalan tanpa rencana. Rasanya lebih baik begitu, supaya besok jika rencana itu tidak berjalan baik, aku bisa melanjutkan hidupku tanpa menyesali apa-apa. Ternyata, harusnya itu tak kulakukan jika menyoal kamu.
Sejak bertemu denganmu, aku tak memiliki rencana apa-apa. Aku hanya membiarkannya mengalir apa adanya. Itu sebabnya aku begitu saja menghanyutkan diri dalam ribuan percakapan denganmu. Aku menikmatinya, baru kali ini aku menemukan seseorang yang benar-benar ‘bisa’ kuajak ‘bicara’. Kau berbeda; cerdas tanpa membuatku merasa kebas, selalu jenaka bahkan saat hatimu sedang tidak baik-baik saja.
Ketika pagi, kau akan mengirimkan sebaris kata-kata yang membuat senyumku menantang mentari. Saat malam tiba, kita selalu menyempatkan diri saling bicara meski hanya lewat udara. Tanpa sadar, aku telah menganggapnya sebagai sebuah kebiasaan yang harus selalu kulakukan.
Lalu kau mulai bermain dengan kenakalanmu, dan sejak itu kau seolah pergi hingga ke bulan.
Sungguh, aku tak pernah menyangka bahwa aku akan tiba di titik ini. Aku telah menjadikan percakapan denganmu sebagai sebuah kebiasaan, dan ketika kini kita tak lagi melakukannya, dunia seolah menghujaniku dengan kesepian. Aku telah membiarkan diriku membutuhkanmu, dan kini tak ada yang bisa kulakukan untuk mengembalikan perhatianmu.
Harusnya, sejak awal aku tak menikmati percakapan kita. Harusnya, sejak awal kurencanakan bahwa kita tak boleh terlalu jauh saling bercerita.
Harusnya, kurencanakan apa yang akan kulakukan jika tiba saatnya kau sudah tak lagi ada.
Cerita Dia
Namun, matahari mulai menyengat, kasurku berubah menjengkelkan seperti gigitan ngengat. Aku terpaksa bangun, menghadapi kenyataan yang kembali membuatku tertegun.
Sulit rasanya untuk berdiri ketika duniaku sudah runtuh sejak kemarin pagi.
Aku tidak bercanda ketika kubilang bahwa aku mencintainya. Itu sebabnya aku menjalani hubungan kami seserius yang kubisa. Kau tahu apa yang lucu? Sering kali saat kita sudah memiliki pasangan, saat itu juga semesta seolah mengirimkan lebih banyak orang ke kehidupan kita, menawarkan cinta. Kabar baiknya, aku adalah orang yang tak main-main dengan komitmen. Tentu saja aku berhasil mengabaikan mereka. Aku hanya punya satu hati, rasanya tak akan cukup jika kubagi-bagi.
Namun, rupanya, hal itu tak berlaku untuknya. Tawaran semesta terlalu menggiurkan untuk dia abaikan, dan dia membagi hatinya seolah masih tak bertuan. Percakapan-percakapan kami tentang hari tua bersama, ternyata hanya omong kosong yang serta merta ia lupakan di detik berikutnya. Entah ia yang memang tak cinta, atau hatinya yang terbuat dari baja.
Segalanya mungkin akan lebih mudah dihadapi, jika ia berterus terang saja dan undur diri. Namun, rasa ingin tahuku tak bisa kutahan, teramat yakin bahwa banyak hal janggal yang perlu kutemukan.
Ingin rasanya aku melemparnya ke neraka, ketika kudapati ia sedang melakukan persis seperti yang selama ini kukira. Aku hanya bisa ternganga, melihat tubuh mereka mendesah di atas ranjang yang sama (fikiranku).
Rasanya, aku tak akan kuat menghadapi hari ini. Ingin rasanya mengurung diri, membiarkan segalaku dilarung sepi.
Namun, matahari mulai menyengat, kasurku berubah menjengkelkan seperti gigitan ngengat.
Aku terpaksa bangun
...
mungkin perlu memberinya kopi beracun.
Jembatan Ampera Palembang
Dibalik Semak
Minggu, 27 Oktober 2019
Sedikit Cuitan
Hubungan pacaran memang bukan perkara mudah. Ada saja permasalahan yang datang melanda. Entah itu permasalahan kecil yang dapat diselesaikan bersama atau malah persoalan besar yang tak dapat dimaafkan sehingga akhirnya berujung dengan perpisahan.
Ada ungkapan mengatakan sebuah hubungan komunikasi dan kepercayaan adalah kunci paling utama. Tentu saja, tanpa komunikasi yang baik, hubungan bisa menjadi renggang *nah ini dia nih*. Sedangkan tanpa kepercayaan, hubungan seolah tak ada artinya lagi. Apalagi bila sudah berjuang menjaga kesetiaan mati-matian, namun salah satunya dengan tega berkhianat *yang gue rasain sekarang*, komitmen memang sangat dibutuhkan apapun kondisinya. Kalau sudah selingkuh, pacaran bertahun-tahun pun tak akan ada artinya lagi. Semua bisa hancur dalam sekejap. Terutama buat cowok-cowok harus ambil sikap yang tegas jika ceweknya ternyata selingkuh. Ada beberapa pasangan yang tak mampu menjalani hubungan jarak jauh. Namun ada pula yang mulai merasa pasangannya mulai membosankan, sehingga memilih berpaling dengan yang lain. Sebab, orang baru selalu saja terlihat lebih menarik dari yang lama.

Senin, 09 September 2019
Teman dan sahabat adalah keluarga ke 2 || Ade Warlis
Luangkan waktu anda untuk tertawa || Ade Warlis
Sabtu, 7 September 2019
Minggu, 08 September 2019
Jakarta keras || Ade Warlis
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Jakarta itu keras
Banyak orang beranjak dari desa ke kota Jakarta ini dengan maksud dan tujuan ingin mencari kehidupan yang lebih baik, tanpa mereka sadari mereka telah menceburkan diri ke suatu daerah jahat yang tidak terbayang sebelumnya oleh mereka,





























